Blog berisi artikel tips-tips, konten mahasiswa dalam hal penelitian, wawasan pengetahuan, definisi, pengembangan,kebudayaan, dan artis

Wednesday, August 12, 2015

Perkembangan Kreativitas Dan Proses Pembelajaran

Perkembangan Kreativitas Dan Proses Pembelajaran - Selamat datang buat anda yang setia berkunjung di jari bandel dan juga buat para pengunjung baru yang bergabung, tidak henti-hentinya saya selalu membagikan postingan, baik itu tentang ilmu, tutorial maupun hanya sekedar artikel biasa. Kali ini saya akan membagikan tentang lingkup kreativitas dalam pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran.
Perkembangan kreativitas seseorang berkaitan erat dengan perkembangan kognitif karena kreativitas merupakan perwujudan dari pekerjaan otak. Para pakar kreativitas misalnya Clark (2008) dan Govan (1989) dalam bukunya Teori Belahan Otak mengatakan bahwa sesungguhnya otak manusia itu terbagi dua belahan menurut fungsinya, yaitu belahan otak kiri fungsinya berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat ilmiah, kritis, logis, linier, teratur, sistematis, terorganisir, beraturan dan sejenisnya. Sementara belahan otak kanan fungsinya berkenaan dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat non-liniear, non-verbal, holistic, humanistic, kreatif, mencipta, mendesain, bahkan mistik dan sejenisnya.

Perkembangan kreativitas seseorang berkaitan erat dengan perkembangan kognitif karena kreativitas merupakan perwujudan dari pekerjaan otak. Para pakar kreativitas misalnya Clark (2008) dan Govan (1989) dalam bukunya Teori Belahan Otak mengatakan bahwa sesungguhnya otak manusia itu terbagi dua belahan menurut fungsinya, yaitu belahan otak kiri fungsinya berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat ilmiah, kritis, logis, linier, teratur, sistematis, terorganisir, beraturan dan sejenisnya. Sementara belahan otak kanan fungsinya berkenaan dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat non-liniear, non-verbal, holistic, humanistic, kreatif, mencipta, mendesain, bahkan mistik dan sejenisnya.

Lahirnya kreativitas dalam bentuk gagasan maupun karya nyata merupakan perpaduan antara fungsi kedua belahan otak tersebut.
Masukan dari lingkungan berupa informasi diterima melalui fungsi-fungsi belahan otak kiri untuk kemudian "dierami" pada belahan otak kanan, dan disinilah proses menuju kreativitas berlangsung. Pada saat demikian seseorang memerlukan tahap yang sangat penting dalam proses kreatif. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang otak kanan, baca dan simak artikel tentang
Tips Super Meningkatkan Kemampuan Otak Kanan

Secara umum kreativitas dapat diartikan secara berbeda-beda karena sudut pandang ini menghasilkan penekanan yang berbeda pula. Baron (1982) mendefinisikan bahwa krativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Guilford (1970) menyatakan kreativitas mengacu pada kemampuan yang menandai ciri-ciri seorang kreatif. Sementara cara berpikir divergen mencari berbagai alternative jawaban terhadap suatu persoalan.

Definisi kreativitas dikelompokkan ke dalam empat kategori, yaitu:
  1. Product
    Menekankan kreativitas dari hasil karya-karya kreatif.
  2. Person
    Memandang kreativitas dari segi ciri-ciri individu yang berprilaku kreatif.
  3. Proses
    Menekankan bagaimana proses kreatif berlangsung sehingga terwujud perilaku kreatif.
  4. Press
    Menekankan pada pentingnya faktor-faktor yang mendukung timbulnya perilaku kreatif.
Faktor yang mempengaruhi:
Beberapa ahli mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kreativitas. Utami Munandar (1988):
  1. Usia
  2. Tingkat Pendidikan Orang Tua
  3. Tersedianya Fasilitas
  4. Penggunaan Waktu Luang.
Sementara faktor yang menghambat adalah:
  1. Adanya kebutuhan akan keberhasilan, ketidak beranian dalam menanggung risiko atau upaya mengejar sesuatu yang belum diketahui.
  2. Konformitas terhadap teman-teman kelompoknya dan tekanan sosial.
  3. Kurang berani dalam melakukan eksplorasi, menggunakan imajinasi dan penyelidikan.
  4. Stereotip peran seks / jenis kelamin.
  5. Diferensiasi antara bekerja dan bermain.
  6. Otoritarianisme.
  7. Tidak menghargai terhadap fantasi dan khayalan.
Masalah-masalah umum yang sering timbul pada anak kreatif, adalah:
  1. Pilihan karir yang tidak realistis.
  2. Hubungan dengan guru dan teman sebaya terkadang mengalami hambatan.
  3. Perkembangan intelektual dengan perkembangan aspek-aspek emosional dan sosialnya tidak selaras.
  4. Pilihan tokoh ideal yang salah akibat dari kelangkaan tokoh ideal.
Kesimpulan:
Dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah ciri-ciri khas yang dimiliki oleh individu yang menandai adanya kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru atau kombinasi dari karya-karya yang telah ada sebelumnya menjadi karya baru yang dilakukan melalui interaksi dengan lingkungannya untuk menghadapi permasalahan dan mencari alternatif pemecahannya melalui cara-cara berpikir divergen.

Perkembangan kreativitas berkaitan dengan fungsi belahan otak kanan dan kiri yang berkaitan pula dengan perkembangan intelektual. Pendekatan dalam studi kreativitas dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu pendekatan psikologis dan pendekatan sosiologis. Psikologis memiliki arti tersendiri didalam pendidikan, baca selengkapnya di artikel Definisi Aspek Psikologis Dalam Pendidikan

Adapun cara membimbing perkembangan anak kreatif yaitu: menciptakan rasa aman kepada anak untuk mengekspredasikan kreativitas, mengakui dan menghargai gagasan-gagasan anak untuk mengkomunikasikan dan mewujudkan gagasan-gagasannya, membantu anak memahami divergensinya dalam berpikir dan bersikap, bukan malah menghukumnya atau memarahinya, memberikan peluang untuk mengkomunikasikan gagasan - gagasannya dan memberikan informasi mengenai peluang-peluang yang tersedia.

Sekian artikel tentang perkembangan kreativitas dan proses pembelajaran, kurang dan lebihnya saya minta maaf.
Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Sumber Bacaan:
Koran Harian Pontianak Post, Kamis 14 Mei 2014. Hal 4.

Narasumber:
Sukardi, S.Pd, M.Pd
Facebook Twitter Google+

1 komentar:

Diharapkan Komentar Menggunakan Kalimat Yang Sopan Dan Sesuai Topik Postingan.
Berikut Komentar Yang Tidak Akan Ditampilkan oleh Admin Atau Dianggap Komentar Spam.
1. Komentar Tidak Relevan atau OOT ( Out Of Topic )
2. Komentar Mengandung Unsur Pornografi.
3. Komentar Mengandung Unsur Sara.
4. Komentar Spam (berulang kali dengan kalimat dan format yang sama).
5. Mencantumkan Link Aktif atau Link Mati.(kecuali untuk hal yang urgen)
Terima Kasih
(Rules Update: Kamis, 25 Juni 2015)

#
Back To Top