Blog berisi artikel tips-tips, konten mahasiswa dalam hal penelitian, wawasan pengetahuan, definisi, pengembangan,kebudayaan, dan artis

Friday, June 12, 2015

Tips-tips Bimbingan Skripsi Vs Dosen Killer

Tips-tips Bimbingan Skripsi Vs Dosen KillerSkripsi oh skripsi. Kali ini saya akan membagikan artikel tentang Tips-tips Bimbingan Skripsi Dengan Dosen Killer. Perlu diketahui bahwa artikel ini diperuntukkan kepada mahasiswa tingkat akhir.
Jadi yang bukan mahasiswa tingkat akhir tidak boleh membaca ini donk? ya jelas pasti boleh, karena ilmu itu bebas, bebas diakses siapa, dimana, dan kapan saja.
mengapa harus dosen pembimbing skripsi, kenapa tidak kepada dosen penguji skripsi? itu dikarenakan sebelum kalian berhadapan dengan dosen penguji sidang skripsi, kalian akan menghadapi dosen pembimbing skripsi dulu untuk konsultasi tentang penelitian skripsi kalian
Nah, mengapa harus dosen pembimbing skripsi, kenapa tidak kepada dosen penguji skripsi? itu dikarenakan sebelum kalian berhadapan dengan dosen penguji sidang skripsi, kalian akan menghadapi dosen pembimbing skripsi dulu untuk konsultasi tentang penelitian skripsi kalian dan 1 hal lagi, karena inilah tujuan sulit kalian agar bisa sidang skripsi yaitu tanda tangan persetujuan dari masing-masing pembimbing agar kalian bisa sidang skripsi.
Perlu kalian ketahui dimana pun kalian berada apapun kampus/lembaga nya, tidak ada dosen pembimbing yang ingin bimbingannya kacau/berantakan dalam pertanggung jawaban skripsi ketika sidang skripsi dimulai. Otomatis selama konsultasi dan pengajuan judul skripsi, dosen pembimbing skripsi kalian akan menggembleng kalian habis-habisan agar kalian mumpuni dalam pertanggung jawaban skripsi kalian pada sidang akhir skripsi. Ok sudah cukup basa-basi omong kosongnya hehehhe, nah dibawah ini merupakan 10 tips menghadapi pembimbing skripsi, tips-tips dibawah ini dituliskan berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman seperjuangan saya.
  1. Berdoa dan perbanyak ibadah, apapun agama kalian pasti mengajarkan kebenaran.
    Tidak perlu dijelaskan, kalian pasti udah paham.

  2. Lihat potensi dan kemampuan kalian
    Mengapa harus berdasarkan potensi dan kemampuan? Karena potensi dan kemampuan setiap mahasiswa itu berbeda-beda, kalian harus bisa mengukur diri terhadap potensi dan kemampuan kalian, bahasa kasarnya ( NGACA DULU DONK !!!). Karena biasanya pembimbing akan menanyakan latar belakang masalah kalian mengapa mengangkat judul ini/itu? jika kalian mendapatkan judul dari teman atau dari searching dinternet tanpa kalian belum tahu masalah apa yang kalian temukan, ini akan berakibat boomerang buat kalian ketika menghadapi pembimbing, capek-capek kalian membuat outline penelitian, tetapi setelah 10 menit bertemu pembimbing kalian disuruh ganti judul dan mengulang membuat outline penelitian. SAKITNYA TUH DIMANA?? hehhehe.
    Saya sarankan kepada kalian angkatlah judul dengan jujur sepenuhnya sesuai kemampuan kalian dan potensi masalah yang ada. jika kalian pintar dalam menganalisis hitung-hitungan kalian bisa mengangkat masalah berdasarkan kuantitatif, jika kalian mahir dalam penyampaian bahasa dengan kemampuan hitung-hitungan yang masih belum terlalu mumpuni, saya sarankan untuk menyelam ke ranah kualitatif, dan jika kalian memiliki kemampuan untuk membuat sesuatu atau produk yang sesuai dengan lembaga kampus kalian, kalian bisa masuk kedalam penelitian dan pengembangan (R&D). Ok luangkan waktu sejenak untuk berfikir kritis. Sip.

  3. Isi teori dan wawasan sebanyak-banyaknya dikepala kalian.
    Maksud dari teori dan wawasan sebanyak-banyaknya, bukan maksud untuk mengetahui segala hal teori atau wawasan, tetapi ditekankan kepada teori dan wawasan jalur penelitian maupun isi penelitian kalian, karena kembali lagi pada point ke1, ketika kalian bertemu untuk konsultasi terhadap pembimbing, pembimbing akan berubah menjadi penguji ( SEREEEM GAK TU??). Pembimbing akan melemparkan pertanyaan bertubi-tubi berkaitan dengan penelitian kalian, dengan maksud apakah kalian bisa mempertanggung jawabkan penelitian kalian dan apakah penelitian ini adalah benar bahwa kalian yang menyusunnya? (SEBENARNYA DOSEN PEMBIMBING ITU PERHATIAN KOK?!, SAMPAI BISA KEPO MAKSIMAL HEHEHE).
    Jika ingin belajar meningkatkan kinerja otak, terlebih kemampuan otak kanan, simak dan baca juga Tips super meningkatkan kemampuan otak kanan.

  4. Siapkan buku, literatur, dan jurnal penelitian sebelum bertemu dosen pemimbing.
    Sedia payung sebelum hujan, pepatah tersebut sesuai dengan point ke-3 ini, sebelum kalian akan dihujani pertanyaan oleh sang dosen pembimbing, kalian harus menyiapkan payung, payung tersebut adalah seperti buku, literatur yang mendukung penelitian kalian serta jurnal-jurnal penelitian referensi kalian yang dianggap urgen, tips yang ketiga cukup ampuh diterapkan, untuk antisipasi jika kalian lupa dengan tips yang ke-2. Biasanya dosen pembimbing akan ringan tangan dalam memberikan tanda tangannya, jika mahasiswa bimbingannya ber-argumen sesuai dengan dasar teori yang kuat, apalagi sampai membawa semua teori dan literatur tersebut kehadapan beliau.

  5. Jangan sok pintar didepan dosen pembimbing, apalagi menggurui.
    Tips ke-4 ini, harus dimaknai matang-matang, bukan untuk membodohi diri didepan d.p (INISIAL DOSEN PEMBIMBING HEHE), tetapi kalian harus dapat mengolah tata bahasa kalian ketika berargumen terhadap d.p, karena kebanyakan d.p tidak ingin merasa bodoh/tidak paham terhadap mahasiswa bimbingannya. Ingat, jangan pernah mengatakan (menurut saya tanpa dasar teori yang jelas) tetapi katakanlah seperti ini menurut saya minat belajar adalah........... pernyataan saya ini sesuai dengan pernyataan ABROR, 1993 (tunjukkan sumber teori kalian untuk memperkuat argumen kalian). 1 hal lagi, jangan pernah sungkan untuk meminta komentar maupun saran terhadap penelitian kalian, karena d.p akan merasa dihargai dan dihormati jika kalian meminta saran dan komentar setelah beragumen.
    Jika kalian sudah bisa mengambil hati d.p, otomatis kalian akan lancar dalam menghadapi sidang skripsi, dan d.p akan berusaha membela kalian pada saat kalian diuji di sidang skripsi.

  6. Jangan pernah mencari kambing hitam
    Tips ke-5 ini lumayan sulit untuk diterapkan, jika kalian tidak menerapkan point ke-2 dan ke-3, karena d.p tidak akan suka kepada mahasiswa bimbingannya, jika mahasiswa bimbingannya selalu membawa-bawa nama d.p lainnya untuk memperkuat argumen yang tertuang dalam penelitian mahasiswa tersebut. Contoh si budi sudah mendapatkan tanda tangan atau ACC desain penelitian nya dari d.p kedua, keesokan harinya si budi bertemu dengan d.p pertama, si budi digembleng habis-habisan oleh d.p pertama, karena ada beberapa didalam penulisan maupun teori dalam penelitian si budi ini yang masih terlihat rancu menurut d.p pertama, lalu si budi beragumen dengan alasan bahwa itu semua dikarenakan d.p kedua yang menyuruh seperti ini, seakan-akan si budi melimpahkan kesalahan ke d.p kedua, terus keesokan harinya si budi bertemu dengan d.p kedua menceritakan semua yang terjadi terhadap d.p kedua, apa yang terjadi?, d.p kedua menyuruh si budi untuk memperdalam teori dan penelitiannya selama 2 minggu, setelah itu baru bisa bimbingan lagi. akhirnya si budi kehilangan waktu 2 minggu dalam proses sarjana nya, hehehe SAKITNYA TU DIMANA???
    Perlu diingat bahwa dosen secara tak langsung akan mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang kuat, bertanggung jawab dan dewasa. maka sayangilah d.p kalian sebelum d.p tidak menyayangi kalian, hhahahahahah.

  7. Pantang menyerah
    Tips ke-6 ni sudah beda konteks dengan tips yang ke-5, karena tips ke-6 ini lebih ditekankan kepada sikap rajin dan disiplin, penjelasannya begini, jika penelitian kalian dicorat-coret oleh d.p melalui banyak revisi dari revisi tingkat amatir sampai tingkat dewa, jangan pernah menyerah dengan keadaan, pagi dicoret, siang revisi, sore konsul lagi jika d.p masih berada ditempat. terus lakukan dengan pantang menyerah sampai kalian selesai. tips ini ampuh dan banyak direkomendasikan oleh senior-senior saya terdahulu, karena d.p akan merasa iba atau malahan risih karena kehadiran mahasiswa bimbingannya terus menerus, tetapi tips ini harus dipandang dari sisi lain d.p kalian, karena tidak semua d.p itu sama.

  8. Penampilan diminimalis ketika bertemu dosen pembimbing
    Nah, tips ini sangat absurt untuk diterapkan, tetapi bagi saya ini yang menjadi senjata ampuh buat mahasiswa tingkat akhir, mengapa? karena penampilan yang minimalis atau bahasa kasar nya (LUSUH,LECEK, MUKA MELAS) berguna buat mengambil hati sang d.p, karena d.p akan menganggap bahwa mahasiswa bimbingannya MUNGKIN terlihat serius dalam menghadapi proses skripsi sehingga lupa mengurus diri dan lupa mandi, hehehehehe, tetapi tips ini diterapkan berbarengan dengan point tips yang ke-2,3,dan 4.
    Perlu diingat tidak semua d.p itu sama, masa penjajalan dan informasi senior juga penting dalam mengetahui karakter spesifik dosen pembimbing si a, si b, si c.

  9. Pola bahasa dan tutur kata
    Perbanyak mengucapkan kata maaf ketika dipojokkan oleh d.p, tetapi dibalik kata maaf, kalian harus menyiapkan sebuah perangkap (PERANGKAP DISINI ADALAH TEORI YANG KUAT) dengan cara yang halus, dingin dan mematikan, sehingga d.p akan siap melepas kalian untuk melaksanakan sidang skripsi.
    Perbanyak ucapkan kata terima kasih, apapun itu termasuk cemoohan dan coretan penelitian kalian, dengan demikian d.p kalian akan merasa iba dan sadar bahwa perkataan mereka mungkin salah karena telah mencemooh/memarahi kalian, ini bisa mengakibatkan d.p yang tadi bertanduk menjadi bersayap dan menyanyikan sebuah lagu yang indah untuk kalian dengarkan.(HEHEHEH LEBAY DIKIT GPP KAN).
    Ingat itu semua kembali lagi dari masing-masing karakter dosen pembimbing kalian.

  10. Jangan pernah merasa sendiri
    Maksud dari tips ini adalah jangan pernah mengatasi masalah sendiri, komunikasikan dengan orang tua, adik, abang, dan teman-teman, utarakan uneg-uneg hati kalian terhadap mereka (BUKAN KONTEKS PERCNTAAN YAH,HEHEHEH). Dengan kalian mengutarakan masalah dan hambatan kalian saat proses skripsi, itu bisa dijadikan samsaknya mahasiswa, emosi kalian bisa lepas seketika dan bisa melanjutkan revisi dengan baik dan pikiran yang positif. Luangkan waktu untuk berkumpul dengan teman kuliah, pilih hari dan tempat yang sesuai, jangan sok-sok'an pro deh dengan kemampuan manusia yang bergitu terbatas, ingat tujuan kita hidup adalah berinteraksi dan sosial terhadap masyarakat, LOH KOK SAYA JADI CERAMAH, HEHEHEHE, MUNGKIN SAYA TERBAWA SUASANA.
Sekian Tips-tips bimbingan skripsi Vs dosen killer,  Semoga 10 tips yang telah saya bagikan bisa berguna buat kalian, yang ingin menyelesaikan proses sarjana kalian, agar dapat menghadapi sidang skripsi dengan baik, simak dan baca juga Tips Menghadapi Sidang Skripsi.
Saya rasa proses diatas banyak hal positif yang didapat, karena semua itu berdasarkan pengalaman saya, narasumber teman-teman seangkatan, dan senior-senior terdahulu saya. Saya sarankan dekatkan diri kalian dengan beribadah dan berdoa, karena beribadah dan berdoa merupakan perisai yang paling ampuh dalam membentengi diri kita sepenuhnya. karena Tuhan tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan manusia. 


TRUST ME IT WORK.
Facebook Twitter Google+

3 komentar

Diharapkan Komentar Menggunakan Kalimat Yang Sopan Dan Sesuai Topik Postingan.
Berikut Komentar Yang Tidak Akan Ditampilkan oleh Admin Atau Dianggap Komentar Spam.
1. Komentar Tidak Relevan atau OOT ( Out Of Topic )
2. Komentar Mengandung Unsur Pornografi.
3. Komentar Mengandung Unsur Sara.
4. Komentar Spam (berulang kali dengan kalimat dan format yang sama).
5. Mencantumkan Link Aktif atau Link Mati.(kecuali untuk hal yang urgen)
Terima Kasih
(Rules Update: Kamis, 25 Juni 2015)

#
Back To Top