Blog berisi artikel tips-tips, konten mahasiswa dalam hal penelitian, wawasan pengetahuan, definisi, pengembangan,kebudayaan, dan artis

Friday, June 12, 2015

Langkah-langkah Penelitian Dan Pengembangan R n D

Langkah-langkah  Penelitian Dan Pengembangan R n DPenelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk
tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. (Sugiyono,2013:407).
Metode penelitian dan pengembangan telah banyak digunakan dalam bidang-bidang ilmu alam dan teknik, hampir semua alat-alat teknologi, seperti kendaraan, kapal laut, senjata, dan alat-alat kedokteran dikembangkan melalui penelitian dan pengembangan. sedangkan untuk pendidikan dan sosial, penelitian dan pengembangan masih sedikit dilakukan atau bisa dibilang rendah.
Kali ini saya akan membagikan langkah-langkah penelitian dan pengembangan (R & D), semoga langkah-langkah dibawah ini bisa anda jadikan acuan dalam penelitian dan pengembangan:
Penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut.Metode penelitian dan pengembangan telah banyak digunakan dalam bidang-bidang ilmu alam dan teknik, hampir semua alat-alat teknologi, seperti kendaraan, kapal laut, senjata, dan alat-alat kedokteran dikembangkan melalui penelitian dan pengembangan. sedangkan untuk pendidikan dan sosial
Gambar 1 Langkah-langkah penggunaan Metode Penelitian dan Pengembangan (R & D)
  1. Potensi dan Masalah
    Sudah tidak asing lagi bahwa penelitian dapat dilakukan dari terdapatnya potensi dan masalah, menurut Sugiyono (2013:409) mengungkapkan bahwa " Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. sebagai contoh, dipantai selatan pulau jawa, terdapat potensi angin dan sinar matahari, kedua potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi energi mekanik yang dapat digunakan untuk menggerakkan sesuatu , misalnya untuk generator pembangkit tenaga listrik, atau untuk turbin air".
    Dilihat dari pernyataan diatas, peneliti ditekankan untuk menemukan potensi dan masalah yang akan dikembangkan menjadi sesuatu yang berguna dalam pengembangan. Jika bingung dengan potensi dan masalah didalam penelitian anda, simak dan baca juga Contoh Judul Skripsi Penelitian Dan Pengembangan R n D

  2. Pengumpulan Data
    Setelah anda mengetahui/menemukan potensi masalah yang akan diangka, maka selanjutnya anda perlu mengumpulkan beberapa informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk, yang diharapkan dapat mengatasi potensi masalah tersebut. Menurut Sugiyono (2013:411) mengemukakan bahwa " Disini diperlukan metode penelitian tersendiri. Metode apa yang akan digunakan untuk penelitian tergantung permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai. Peneliti, misalnya akan meneliti untuk menghasilkan sistem, metode kerja atau alat tertentu yang dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan pada berbagai Unit pelayanan dipemerintah provinsi jenggala, dalam hal ini peneliti perlu melakukan penelitian unit-unit pelayanan apa saja yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat".

  3. Desain Produk
    Produk yang dihasilkan dalam penelitian dan pengembangan bervariasi, misalnya dalam bidang teknologi, orientasi tujuannya adalah produk teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia dalam produk yang berkualitas. Menurut Sugiyono (2013:413) mengemukakan bahwa " Desain produk harus diwujudkan dalam gambar atau bagan, sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya. Dalam bidang teknik, desain produk harus dilengkapi dengan penjelasan mengenai bahan-bahan yang digunakan untuk membuat setiap komponen pada produk tersebut, ukuran dan toleransinya, alat yang digunakan untuk mengerjakan, serta prosedur kerja. Dalam produk yang berupa sistem perlu dijelaskan mekanisme penggunaan sistem tersebut, cara kerja, berikut kelebihan dan kekurangannya".
    Dalam membuat desain/rancangan produk baca di Prosedur menyusun rancangan media pembelajaran

  4. Validasi Desain
    Menurut Sugiyono (2013:414) mengemukakan bahwa " Validitas desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini metode mengajar baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak". 
    Jadi validitas desain dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar/ tenaga ahli maupun dosen dari lembaga anda sendiri yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang anda rancang tersebut. setiap pakar diminta untuk menilai desain anda, sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. Validasi desain juga dapat dilakukan dalam forum diskusi, sebelum diskusi anda mempresentasikan terlebih dahulu proses penelitian serta keunggulan produk anda.

  5. Revisi Desain
    Setelah desain produk anda divalidasi dan memperoleh penilaian serta komentar dan saran, anda mesti melakukan perbaikan/revisi sesuai dengan hasil validitas oleh team ahli/dosen, agar kelemahan produk anda dapat diminimalkan untuk proses pengembangan produk yang lebih baik.

  6. Ujicoba Produk
    Setelah perbaikan selesai, anda mesti melakukan ujicoba produk, karena didalam uji coba lah, produk kalian akan mulai menampakkan keunggulan dan kelemahan dalam proses implementasi skala kecil.
    Menurut Sugiyono (2013:414) mengemukakan bahwa " Dalam bidang pendidikan, desain produk  seperti metode mengajar baru dapat langsung diuji coba, setelah divalidasi dan direvisi, ujicoba tahap awal dilakukan dengan simulasi penggunaan metode mengajar tersebut, setelah disimulasikan, maka dapat diujicobakan pada kelompok yang terbatas. Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi apakah metode mengajar baru tersebut lebih efektif dan effisien dibandingkan metode mengajar yang lama atau yang lain".

  7. Revisi Produk
    Perbaikan pada tahapan ini, seperti pemolesan produk anda, ini dilakukan agar produk anda benar-benar teruji dalam hal yang mengacu pada bidangnya, tetapi revisi produk dilakukan bila benar-benar terjadi kesalahan/kekeliruan dalam mendesain produk anda, sehingga perlu dilakukan tahap revisi produk.

  8. Uji coba Pemakaian
    Setelah pengujian terhadap produk berhasil, dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting, maka selanjutnya produk yang berupa metode mengajar baru tersebut diterapkan dalam lingkup lembaga pendidikan yang luas. Dalam operasinya, metode baru tersebut, tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut.

  9. Revisi Produk
    Revisi produk ini dilakukan, apabila dalam pemakaian dalam lembaga pendidikan yang lebih luas terdapat kekurangan dan kelemahan.

  10. Produk Masal
    Bila produk anda sudah melewati ke-9 langkah diatas, dan dinyatakan efektif dalam beberapa kali pengujian, maka produk tersebut dapat diterapkan/diimplementasikan. akan tetapi untuk dapat memperoduksi masal, maka peneliti perlu berkerja sama dengan perusahaan terkait dengan produk anda.
Demikian langkah-langkah penelitian dan pengembangan, dari ke-10 langkah diatas, sebenarnya tidak wajib untuk semua dilakukan, anda cukup memilih/ menggunakan seperlu penelitian anda, karena langkah diatas cukup terkait dengan masalah peneliti dalam biaya dan waktu.
Semoga bermanfaat. Terima kasih

Sumber:
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: ALFABETA, cv
Facebook Twitter Google+

2 komentar

Diharapkan Komentar Menggunakan Kalimat Yang Sopan Dan Sesuai Topik Postingan.
Berikut Komentar Yang Tidak Akan Ditampilkan oleh Admin Atau Dianggap Komentar Spam.
1. Komentar Tidak Relevan atau OOT ( Out Of Topic )
2. Komentar Mengandung Unsur Pornografi.
3. Komentar Mengandung Unsur Sara.
4. Komentar Spam (berulang kali dengan kalimat dan format yang sama).
5. Mencantumkan Link Aktif atau Link Mati.(kecuali untuk hal yang urgen)
Terima Kasih
(Rules Update: Kamis, 25 Juni 2015)

#
Back To Top