Blog berisi artikel tips-tips, konten mahasiswa dalam hal penelitian, wawasan pengetahuan, definisi, pengembangan,kebudayaan, dan artis

Friday, August 14, 2015

(Merry Riana) Jangan Menunggu Sukses Baru Bersyukur

Merry Riana - "Film Mimpi sejuta dollar yang dirillis akhir 2014 lalu menceritakan perjuangan wanita enterpreneur dan motivator nomor 1 Indonesia dan Asia ini. Menurutnya film ini bukan hanya mengisahkan tentang dirinya saja tapi perjuangan semua orang yang mau dan berani melangkah untuk memulai kesuksesan".
Kita harus melangkah dengan Ikhlas. Kuncinya bahwa manusia hanya merencanakan namun Tuhanlah yang menentukan. "Kadang kita kerja tidak bersungguh-sungguh tapi mengeluh, kita tidak ikhlas melakukannya jadi bagaimana bisa berubah. Intinya jangan menunggu sukses baru bersyukur, tapi bersyukurlah baru sukses.Semua itu pasti ada maksudnya. Mimpi itu tidak selamanya kain sutra, namun di bungkus koran bekas, kadang itu musibah namun berkah," Tutpnya.
Merry Rianna " Perempuan Satu Juta Dollar"

Dihadapan sekitar 300 peserta tamu responden survei BI yang diselenggarakan Kantor perwakillan BI Kalbar, Kamis (13/8), Merry menayangkan sekilas beberapa adegan perjuangan mulai dari nol hingga sukses meraup penghasilan satu juta dollar Amerika serikat (AS) di usia 26 tahun, di film produksi MD picture.

Film tentang kisah hidupnya ini diperankan dengan apik oleh aktris Chelsea Islan. Lewat film ini pula, Merry berharap banyak masyarakat indonesia bisa tertular virus semangatnya, "Kalau saya bisa maka anda semua juga pasti bisa." kata wanita kelahiran Jakarta, 29 Mei 1980 silam ini.

"Titik balik hidup saya, saat berusia 20 tahun, dan saya punya mimpi akan pulang ke Indonesia setelah sukses. Karena saya bosan hidup susah," tutur wanita penyuka warna merah ini.

Tak hanya film, Merry Rianna juga memiliki buku "Langkah sejuta Suluh" yang memaparkan cara ia akhirnya memiliki pendapatan 1 juta dollar, lewat buku ini, pembaca bisa tahu bagaimana perjuangan Merry yang harus mengetuk pintu rumah warga Singapura untuk menawarkan produk keuangan yang ia jual. Ia juga rajin menelpon nama-nama yang ada dalam buku telpon. "Saya juga rajin nongkrong di stasiun kereta dan bus untuk menawarkan produk," terang Merry.

28 January 2007, lewat artikel di The Sunday Times ia dituliskan sebagai "She's Made Her First Million At Just Age 26" inilah bukti keberhasilan Merry yang langsung di akui Singapura.

Berasal dari keluarga sederhana dengan kondisi keuangan pas-pasan, tak pernah terbesit sedikitpun dalam benaknya untuk melanjutkan sekolah di singapura. Namun inilah titik awal dari perjalanan panjang Merry. Memutar memori 16 tahun lalu, tepatnya di Mei 1998, perjuangan hidup Merry dimulai.

Saat itu, usianya baru menginjak 18 tahun dan ia berniat mengecap bangku kuliah di Universitas Trisakti, jakarta, kampus dimana sang ayah pernah mengajar.

Namun keinginannya kuliah di jurusan teknik elektro Universitas Trisakti batal lantaran terjadi kerusuhan massal jakarta, dilmuai dari kampus Trisakti. Dengan pertimbangan keamanan dan agar bisa melanjutkan pendidikannya ia dikirim orang tuanya kuliah di Singapura.

Di Singapura, dia harus kuliah dengan bantuan utang dari pemerintah setempat. "Akhirnya dengan utang 4.000 dollar atau setara Rp 400 juta dari pemerintah Singapura itu saya bisa kuliah di Nanyang Technological Universitym," katanya.

Bermodal uang saku hanya 10 dollar Singapura per-minggu di negeri orang, ia di tuntut mandiri dan bisa bertahan hidup. "Saya super hemat," ujar Merry.

Saya lebih sering makan roti dan mi instan. Kalau ke kampus saya berbekal roti dan itu saya makan di WC agar tidak ketahuan teman. Pernah di ajak teman-teman makan dikantin dan saya jawab lagi kenyang karena keterbatasan keuangan" ceritanya.

Memasuki tahun kedua kuliah, tepat di ulang tahun ke-20nya Merry mulai membangun mimpi. Ia bermimpi 10 tahun kedepan dari umurnya saat ulang tahun atau tepatnya di umur 30 tahun ia harus memiliki kebebasan financial. Dengan kata lain, menjadi orang sukses.

Merry Rianna lalu membagikan 5 langkah sukses seperti ia bisa lakukan:

  1. Setiap orang memulai langkahnya masing-masing, "Anda harus berani mengambil langkah pertama. Tidak perlu jadi ahli dulu, namun masuk dulu dibidangnya baru jadi ahli atau memulailah dengan hal apa yang ingin anda lakukan. Makanya yang saya lakukan saat masih kuliah untuk melunasi utang pendidikan saya sekitar 40 ribu dollar Amerika adalah dengan bekerja, itulah langkah awal saya untuk sukses," tuturnya. Langkah pertama, banyak sekali tantangan yang dihadapinya. Sebelum mendirikan Merry Riana Organization (MRO) di Singapura, pekerjaaan pertamanya adalah pembagi brosur penjualan produk. "Sulit sekali berstatus Mahasiswa untuk berkerja di Singapura karena tak memiliki work permit. Ya, bisanya cuma bagi-bagi brosur. Sering saya ditolak orang saat membagikan brosur itu," kenangnya. Tak banyak hasil dari hanya bekerja sederhana itu, ia memutuskan bekerja di bidang sales yang menawarkan produk-produk keuangan serta merencanakan finansial bagi warga Singapura. Sekali lagi, tak mudah untuk Mahasiswi dengan background Pendidika Teknik Elektro ini untuk berkerja yang berkaitan dengan penjualan produk keuangan ini, "Jadi yang saya lakukan adalah belajar sendiri untuk mendapatkan lisensi untuk bisa menjual produk keuangan ini,"kata istri Alva Tjenderasa ini.
  2. Haru melangkah dengan cerdas, dengan mimpi yang jelas, strategi yang terarah dan tindakan yang nyata. Ia mengaku di saat ia ingin mencapai impiannya ia tidak memilki strategi sehingga saat itu pernah menyalurkan uang 200 dollar Singapura ke perusahaan yang abal-abal sehingga tertipu, meski kita gagal, namun jangan ubah impian kita tetapi ubahlah strategi untuk mencapainya.
  3. Melangkah bersama, harus ada kolaborasi dan komitmen agar apa yang menjadi impian bisa diraih "Sendiri kita juga bisa berjalan. Namun bersama lebih baik, "terangnya.
  4. Melangkah sampai tuntas, melakukan hal apapun harus tuntas. Rumusnya dengan dipaksakan sehingga terbiasa dan akan menjadi luar biasa.
  5. Kita harus melangkah dengan Ikhlas. Kuncinya bahwa manusia hanya merencanakan namun Tuhanlah yang menentukan. "Kadang kita kerja tidak bersungguh-sungguh tapi mengeluh, kita tidak ikhlas melakukannya jadi bagaimana bisa berubah. Intinya jangan menunggu sukses baru bersyukur, tapi bersyukurlah baru sukses.Semua itu pasti ada maksudnya. Mimpi itu tidak selamanya kain sutra, namun di bungkus koran bekas, kadang itu musibah namun berkah," Tutpnya.
Sekian artikel yang cukup memotivasi, dari Merry Rianna, kata mutiara yang dapat diambil dan diterapkan adalah "Jangan Menunggu Sukses Baru Bersykur, Tapi Bersyukurlah Baru Sukses".
Kurang dan lebihnya tentang artikel ini saya mohon maaf.
Semoga bermanfaat. Terima Kasih.

Sumber bacaan:
www.trubunnews.com / Tribun Pontianak. Hal 1. Edisi Jum'at 14 Agustus 2015. "Kisah Merry Rianna, Perempuan Sejuta Dollar. Jangan Menunggu Sukses Baru Bersyukur"
Facebook Twitter Google+

3 komentar

keren memang gan, saya pun terinsfirasi dari seorang merry riana :D (y)

Semmoga rejeki nya sama kayak merry riana ya gan.
amin.
sukses selalu

sip, harus tekun menjalani apa yang udah kita pilih B-)

Diharapkan Komentar Menggunakan Kalimat Yang Sopan Dan Sesuai Topik Postingan.
Berikut Komentar Yang Tidak Akan Ditampilkan oleh Admin Atau Dianggap Komentar Spam.
1. Komentar Tidak Relevan atau OOT ( Out Of Topic )
2. Komentar Mengandung Unsur Pornografi.
3. Komentar Mengandung Unsur Sara.
4. Komentar Spam (berulang kali dengan kalimat dan format yang sama).
5. Mencantumkan Link Aktif atau Link Mati.(kecuali untuk hal yang urgen)
Terima Kasih
(Rules Update: Kamis, 25 Juni 2015)

#
Back To Top